Tampilkan postingan dengan label Berita Dunia Alat Berat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Dunia Alat Berat. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Agustus 2014

Pengertian Umum Motor Grader

 Motor Grader adalah Salah satu alat berat yang populer digunakan dalam sektor Construction di Indonesia.

Penghitungan OwninG & OperatinG Cost Alat Berat



Disaat proyek akan dijalankan, saat itu juga pemilik perusahaan memperhitungkan untung dan rugi proyek tersebut.

Minggu, 20 Januari 2013

CASE Construction Best Brand Alat Berat

CEGR Adalah salah satu desain engine yang di produksi oleh Case Construction dengan Benefit sebagai Berikut :

Probesco Siap Kuasai Pasar Kalbar

Pontianak,- Persaingan penjualan alat-alat berat di Kalimantan Barat makin tinggi. Walaupun banyak pesaing, PT Probesco Disatama menargetkan market share bisa menguasai 70 persen.

Senior Manager Unit National Tony Teh mengatakan topografi Kalimantan Barat mempunyai kecenderungan dibangunnya perkebunan. “Alat-alat yang kami tawarkan banyak mendukung operasional perkebunan,” kata dia Sabtu (5/7) di Grand Mahkota Hotel.

Launching Dynapac Di Pekan Baru

Dokumentasi saat Launching Dynapac Oleh PT. Probesco Disatama di Pekan Baru

Probesco, Perkenalkan Dynapac di Samarinda

Setelah melakukan launching di Balikpapan Senin lalu, PT Probesco Disatama , kembali memperkenalkan produk terbarunya Dynapac Single Drum Soil Compactors kepada customer dalam acara bertajuk "Probesco Equipment Show" yang dihelat di halaman parkir Hotel Bumi Senyiur Samarinda, Rabu (12/9/2012).


Tingkat Penjualan Alat Berat United Tractors Berkurang 31,05%


Financeroll – Volume penjualan alat berat PT United Tractors Tbk (UNTR) turun 31,05% menjadi 5.993 unit hingga November 2012 dari periode sama tahun sebelumnya, sebanyak  7.854 unit.  

Hingga November, Tingkat Penjualan Alat Berat United Tractors Berkurang 31,05% Tingkat penjualan alat berat perseroan sebagian besar masih didominasi dari sektor pertambangan mencapai 54%, lalu disusul sektor agrikultur  sebesar 24%, sektor konstruksi sebesar 16%, dan sektor kehutanan sebesar 6% hingga November 2012. Porsi penjualan untuk sektor pertambangan melemah dari 67% hingga November 2011 menjadi 54% hingga November 2012.
Meski demikian, penjualan alat berat perseroan naik menjadi 289 unit pada November 2012 dari periode Oktober 2012 sebesar 249 unit.

Penjualan Alat Berat Lesu, Penjualan Spare Part Jadi Andalan UT


JPNN
MAKASSAR -- Anjloknya produktivitas komoditas tambang ikut melemahkan permintaan terhadap alat berat. PT United Tractors (UT) Tbk memperkirakan penjualan alat-alatberatnya turun sekitar 10 persen dibanding tahun lalu. Pada 2011, secara nasional UT mampu menjual alat berat merek Komatsu sebanyak 8.467 unit. Belum merek lain.


Rabu, 28 Desember 2011

2012, UNTR Anggarkan Capex USD450

Ilustrasi. Corbis.
Ilustrasi. Corbis.
JAKARTA - PT United Tractor Tbk (UNTR) memproyeksikan, belanja modal atau capital expenditure (Capex) yang akan dianggarkan pada 2012 berjumlah USD450 juta.

"Angka ini masih perkiraan, yaitu sebesar USD450 juta untuk capex tahun depan, " ungkap Corporate Secretary UNTR, Sara K. Loebis, dalam acara Investor Summite and Capital Market Expo 2011 di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, Kamis (6/10/2011).

UNTR Alihkan Suplai Alat Berat dari China & Jepang

Ilustrasi
Gambar Ilustrasi

JAKARTA - PT United Tractors Tbk (UNTR) selama ini memasok alat berat jenis small medium sebesar 250-300 unit per bulan. Gangguan suplai akibat banjir di Thailand, kata dia, bisa diganti dari negara lain seperti China dan Jepang.

"Dampak banjir kami belum dapat problem berarti di Indonesia. Meski Komatsu China menghadapi ekses produksi. Namun, itu bukan masalah besar untuk menggantikan Thailand,” kata Direktur UNTR Gidion Hasan di Bandung, Jumat (11/11/2011).

Selasa, 27 Desember 2011

Korea Ingin Inves Industri Alat Berat di Indonesia


Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian (IPAMP), Ditjen Industri Unggulan Teknologi Tinggi (IUBTT) Kemenperin, Tedy Sianturi
Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian (IPAMP), Ditjen Industri Unggulan Teknologi Tinggi (IUBTT) Kemenperin, Tedy Sianturi

JAKARTA, – Sebagian perusahaan alat berat yang tergabung dalam Korea Construction Equipment Manufacturers Association (KOCEMA), Korea berniat untuk berinvestasi di Indonesia. Bahkan pemerintah Korea mengharapkan perluasan industri alat berat di negara lain termasuk Indonesia untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi Korea.
Hal itu dikatakan Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian (IPAMP), Ditjen Industri Unggulan Teknologi Tinggi (IUBTT) Kemenperin, Tedy Sianturi kepada tubasmedia.com di ruang kerjanya, Rabu. Tedy baru saja kembali dari Korea untuk menghadiri seminar “Peluang Investasi Industri Alat Berat” yang diselenggarakan KOCEMA (11-15 Desember 2011).
Dalam seminar itu kata Tedy, dirinya memaparkan bebagai peluang investasi dan rencana pembangunan ekonomi nasional Indonesia ke masa depan dan khusus untuk peluang investasi industri alat berat. Dalam kaitan itulah Executive Vice Chairmain KOCEMA, Kwang-Sup Ko menyampaikan keinginannya untuk berinvestasi di Indonesia.
‘’Kwang-Sup Ko juga berharap seminar tersebut dapat membukan akses informasi pasar industri alat berat di Indonesia,’’ kata Tedy. (sabar)

Sumber : http://www.tubasmedia.com

Puluhan Debt Collector Serang Perusahaan Alat Berat


Puluhan debt collector sebuah perusahaan leasing bentrok dengan karyawan perusahaan penyewaaan alat berat di Depok, Jawa Barat, Ahad (17/12). Serangan mendadak para penagih utang ini, membuat seluruh pekerja penyewaan alat berat kalang kabut. Mereka pun memilih menyelamatkan diri.

Polisi yang datang ke lokasi kejadian segera mengamankan keadaan. Penyerangan ini, diduga dipicu perusahaan penyewaan alat berat yang menunggak pembayaran pembelian alat berat pada perusahaan pembiayaan. Para debt collector pun ditugaskan untuk menyitanya.(IAN/ADI)

Sumber : Liputan 6.com