Informasi Seputar Dunia alat Berat, info seputar jual beli alat berat, excavator, buldozer, dump Truck, Backhoe Loader, Skid Steer Loader, Vibratory Roller, Wheel Loader, dan semua jenia alat berat akan kami sharing kan kepada anda. termasuk mengenai tips dan trik mengenai alat berat, tehnik dasar alat berat, spare part alat berat, dan semua yang berhubungan dengan alat berat akan di bagi di sini, selamat menikmati dunia alat berat
Tampilkan postingan dengan label Berita Dunia Alat Berat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Dunia Alat Berat. Tampilkan semua postingan
Senin, 25 Agustus 2014
Penghitungan OwninG & OperatinG Cost Alat Berat
Disaat
proyek akan dijalankan, saat itu juga pemilik perusahaan memperhitungkan
untung dan rugi proyek tersebut.
Minggu, 20 Januari 2013
Probesco Siap Kuasai Pasar Kalbar
Senior Manager Unit National Tony Teh mengatakan topografi Kalimantan Barat mempunyai kecenderungan dibangunnya perkebunan. “Alat-alat yang kami tawarkan banyak mendukung operasional perkebunan,” kata dia Sabtu (5/7) di Grand Mahkota Hotel.
Tingkat Penjualan Alat Berat United Tractors Berkurang 31,05%
Financeroll
– Volume penjualan alat berat PT United Tractors Tbk (UNTR) turun
31,05% menjadi 5.993 unit hingga November 2012 dari periode sama tahun
sebelumnya, sebanyak 7.854 unit.
Penjualan Alat Berat Lesu, Penjualan Spare Part Jadi Andalan UT
Rabu, 28 Desember 2011
2012, UNTR Anggarkan Capex USD450
Ilustrasi. Corbis.
"Angka ini masih perkiraan, yaitu sebesar USD450 juta untuk capex tahun depan, " ungkap Corporate Secretary UNTR, Sara K. Loebis, dalam acara Investor Summite and Capital Market Expo 2011 di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, Kamis (6/10/2011).
UNTR Alihkan Suplai Alat Berat dari China & Jepang
| Gambar Ilustrasi |
JAKARTA - PT United Tractors Tbk (UNTR) selama ini memasok alat berat jenis small medium sebesar 250-300 unit per bulan. Gangguan suplai akibat banjir di Thailand, kata dia, bisa diganti dari negara lain seperti China dan Jepang.
"Dampak banjir kami belum dapat problem berarti di Indonesia. Meski Komatsu China menghadapi ekses produksi. Namun, itu bukan masalah besar untuk menggantikan Thailand,” kata Direktur UNTR Gidion Hasan di Bandung, Jumat (11/11/2011).
Selasa, 27 Desember 2011
Korea Ingin Inves Industri Alat Berat di Indonesia
Direktur
Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian (IPAMP), Ditjen Industri
Unggulan Teknologi Tinggi (IUBTT) Kemenperin, Tedy Sianturi
JAKARTA, – Sebagian perusahaan alat berat yang tergabung dalam Korea Construction Equipment Manufacturers Association (KOCEMA), Korea berniat untuk berinvestasi di Indonesia. Bahkan pemerintah Korea mengharapkan perluasan industri alat berat di negara lain termasuk Indonesia untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi Korea.
Hal itu dikatakan Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian (IPAMP), Ditjen Industri Unggulan Teknologi Tinggi (IUBTT) Kemenperin, Tedy Sianturi kepada tubasmedia.com di ruang kerjanya, Rabu. Tedy baru saja kembali dari Korea untuk menghadiri seminar “Peluang Investasi Industri Alat Berat” yang diselenggarakan KOCEMA (11-15 Desember 2011).
Dalam seminar itu kata Tedy, dirinya memaparkan bebagai peluang investasi dan rencana pembangunan ekonomi nasional Indonesia ke masa depan dan khusus untuk peluang investasi industri alat berat. Dalam kaitan itulah Executive Vice Chairmain KOCEMA, Kwang-Sup Ko menyampaikan keinginannya untuk berinvestasi di Indonesia.
‘’Kwang-Sup Ko juga berharap seminar tersebut dapat membukan akses informasi pasar industri alat berat di Indonesia,’’ kata Tedy. (sabar)
Sumber : http://www.tubasmedia.com
Puluhan Debt Collector Serang Perusahaan Alat Berat
Puluhan debt collector sebuah perusahaan leasing bentrok dengan karyawan perusahaan penyewaaan alat berat di Depok, Jawa Barat, Ahad (17/12). Serangan mendadak para penagih utang ini, membuat seluruh pekerja penyewaan alat berat kalang kabut. Mereka pun memilih menyelamatkan diri.
Polisi yang datang ke lokasi kejadian segera mengamankan keadaan. Penyerangan ini, diduga dipicu perusahaan penyewaan alat berat yang menunggak pembayaran pembelian alat berat pada perusahaan pembiayaan. Para debt collector pun ditugaskan untuk menyitanya.(IAN/ADI)
Sumber : Liputan 6.com
Langganan:
Postingan (Atom)


